Untuk menghasilkan vibrasi yang sempurna, Anda perlu mempelajari teknik pernapasan dan penempatan suara yang benar, menjaga keselarasan tubuh, serta merelakskan otot-otot yang digunakan untuk bernyanyi. Faktanya, vibrasi merupakan salah satu tolok ukur kepandaian bernyanyi seseorang, meski dewasa ini banyak penyanyi yang lebih memilih untuk meniru dan memalsukan getaran suara mereka. Ingin tahu teknik bernyanyi yang benar sehingga suara Anda mampu menghasilkan vibrasi yang alamiah? Baca terus artikel ini!

Gambar berjudul Sing Vibrato Step 6

1). Buka bagian belakang tenggorokan Anda. Salah satu cara termudah untuk melakukannya adalah dengan menguap. Rasakan sensasinya di mulut dan tenggorokan Anda, dan kembalikan sensasi tersebut saat Anda sedang bernyanyi. Mampukah Anda melakukannya tanpa benar-benar menguap?

  • Pada dasarnya, bernyanyi dengan baik (dan bervibrasi) hanya bisa terwujud jika Anda bersedia relaks dan membuka tenggorokan. Jika katup tenggorokan Anda tertutup, niscaya produksi suara yang dihasilkan pun tidak akan terdengar alami dan maksimal. Meski suara Anda mampu menjangkau nada-nada yang dinyanyikan, kemungkinan besar jangkauan nada Anda akan berkurang secara signifikan.

 2).  Relakskan otot-otot Anda. Jika Anda tidak relaks, bernyanyi dengan vibrasi hanyalah angan; terutama karena vibrasi yang alamiah hanya akan muncul jika Anda bernyanyi dengan santai dan tidak dipaksakan. Untuk melepaskan ketegangan pada otot-otot tubuh Anda, cobalah menggerakkan pergelangan tangan dan kaki Anda sampai terasa lebih relaks. Setelah itu, putar kepala Anda perlahan untuk meregangkan otot-otot leher dan bahu; lakukan proses tersebut untuk mencegah munculnya ketegangan dari dalam tubuh Anda.

  • Kiat di atas juga berlaku untuk otot-otot wajah, seperti otot rahang dan lidah. Saat bernyanyi, otot-otot di bagian tersebut seharusnya tidak boleh bekerja terlalu keras, baik saat Anda bernyanyi dengan atau tanpa vibrasi.

3). Berdirilah dengan benar untuk memperbaiki teknik pernapasan Anda. Menguasai teknik pernapasan yang benar adalah salah satu kunci penting dalam bernyanyi; berdirilah dengan satu kaki di depan kaki lainnya, serta dengan posisi leher, kepala, dan punggung yang tegak. Ketahuilah bahwa saat bernyanyi, tekanan pada pita suara Anda sesungguhnya diatur oleh otot perut, punggung belakang, dada, dan bokong.

  • Apabila Anda harus bernyanyi sambil duduk, pastikan Anda duduk di ujung kursi dengan posisi punggung tegak dan kepala menatap lurus ke depan – jangan membungkuk, sekalipun Anda sedang membaca partitur!

4).  Bernyanyilah dengan diafragma. Tarik napas dalam-dalam dengan cara mengembangkan diafragma tanpa mengangkat bahu Anda. Saat membunyikan sebuah nada, berkonsentrasilah dan biarkan nada tersebut mengalir secara alamiah.

  • Jangan memaksakan suara Anda. Jika Anda merasa sedang memaksakan diri untuk menghasilkan bunyi tertentu, tandanya Anda belum bernyanyi dengan teknik yang benar. Vibrasi seharusnya muncul dengan sendirinya; jangan memaksakan diri mengeluarkan getaran yang tidak terbentuk. Jika vibrasi suara Anda belum muncul, tandanya Anda perlu berfokus untuk memperbaiki aspek lainnya terlebih dahulu. Ingat, vibrasi adalah frosting keik, bukan tepung dalam adonan. Artinya, vibrasi hanyalah berfungsi sebagai pemanis yang akan menyatu secara natural dengan aspek-aspek penting lainnya saat bernyanyi.

5).   Jaga napas Anda agar tetap stabil. Saat sedang bernyanyi, sangat mudah bagi Anda untuk tidak bernapas atau bernapas dengan tidak stabil. Untuk menghasilkan suara yang Anda inginkan, jaga volume udara dalam napas agar laju napas Anda tetap stabil. Hati-hati, napas yang tidak stabil akan membuat suara Anda terdengar bergetar dan tidak kokoh.

  • Selain stabil, napas Anda pun harus konstan agar menghasilkan vibrasi yang konsisten. Napas yang tidak konstan umumnya akan menghasilkan ritme vibrasi yang tidak teratur.

6).   Jaga agar vibrasi yang dihasilkan tidak berlebihan. Anda mungkin pernah mendengar beberapa penyanyi yang menghasilkan vibrasi berlebihan; akibatnya, suara yang seharusnya merdu justru berakhir mengganggu pendengaran Anda. Jangan melakukan kesalahan yang sama! Idealnya, vibrasi yang baik justru akan terdengar halus, alami, dan tidak berlebihan.

  • Ketahuilah kapan saat yang tepat untuk menggunakan vibrasi. Lagu yang dinyanyikan dengan datar tanpa vibrasi tentunya akan kehilangan kemenarikannya; namun di sisi lain, lagu yang dinyanyikan dengan vibrasi tanpa henti juga akan kehilangan kemenarikannya. Gunakan vibrasi sewajarnya pada bagian-bagian yang tepat (bukan di sepanjang lagu!).

7).   Pelajari pula aspek-aspek penting lain dalam bernyanyi. Jika vibrasi Anda tidak kunjung muncul, jangan terburu-buru berkecil hati. Sejauh Anda mau terus bersabar dan melatih teknik bernyanyi secara keseluruhan, niscaya vibrasi Anda akan muncul dengan sendirinya dan terdengar lebih kokoh. Banyak penyanyi profesional yang memalsukan vibrasinya atau menghasilkan vibrasi dengan teknik yang salah; pastikan Anda tidak menjadi salah satunya!

  • Alih-alih vibrasi, berfokuslah terlebih dahulu pada resonansi dan warna suara Anda. Dengan melakukannya, Anda akan terbiasa untuk bernyanyi dengan relaks dan bernapas dengan benar. Awalilah dengan memahami posisi penempatan suara yang benar serta merelakskan rahang dan lidah Anda; niscaya cepat atau lambat, vibrasi suara Anda pasti akan muncul dengan sendirinya.
Bernyanyi dengan Vibrasi
Tag pada:
loading...