Cara Memulai Bisnis Kecil

Bisnis kecil bukan berarti dilakukan dengan asal-asalan atau sepele. Membangun bisnis kecil juga merupakan upaya yang memerlukan kerja keras, selain ide bagus, etos kerja kuat, dan sumber daya yang memadai. Untuk mendirikan bisnis, Anda harus memikirkan konsep bisnis, menyusun rencana bisnis, memahami persoalan finansial, dan yang terakhir adalah pemasaran dan peluncuran.

Membangun Fondasi

  1. 1

    Gambar berjudul 26914 2

    1). Tetapkan tujuan Anda. Apakah Anda menginginkan kebebasan finansial, misalnya nanti menjual bisnis Anda kepada penawar tertinggi? Apakah Anda menginginkan bisnis yang kecil dan berkelanjutan, yang Anda cintai dan menjadi sumber penghasilan tetap? Semua itu sebaiknya diketahui sejak awal.

          2). Cetuskan satu ide. Ide bisnis dapat berupa produk yang selalu ingin Anda buat, atau jasa yang Anda yakin dibutuhkan banyak orang. Ide juga bisa berupa sesuatu yang belum disadari orang-orang sebagai kebutuhan karena belum tercipta!

  • Alangkah baiknya jika Anda berdiskusi santai dengan orang-orang yang cerdas dan kreatif untuk mencari ide. Mulailah dengan pertanyaan sederhana seperti “Apa yang akan kita lakukan?” Tujuannya bukan untuk menciptakan rencana bisnis, tetapi untuk menghasilkan ide-ide potensial. Banyak dari ide yang dicetuskan mungkin tidak dapat dijalankan, dan ada beberapa yang biasa, tetapi akan ada ide kecil yang muncul dengan potensi nyata.
  • Pertimbangkan bakat, pengalaman, dan pengetahuan Anda ketika memilih konsep. Jika Anda memiliki bakat atau keterampilan tertentu, pikirkan bagaimana kelebihan tersebut dapat diterapkan untuk memenuhi permintaan pasar. Menggabungkan keterampilan dan pengetahuan dengan permintaan pasar akan meningkatkan kesempatan Anda untuk menghasilkan ide bisnis yang sukses.
  • Misalnya, Anda telah bekerja sebagai karyawan di perusahaan elektronik selama bertahun-tahun. Mungkin Anda memperhatikan permintaan masyarakat akan sejenis alat elektronik tertentu. Kombinasi antara pengalaman dengan permintaan pasar akan memungkinkan Anda menarik pelanggan.

 

          3).  Ciptakan nama sementara. Langkah ini bahkan bisa dilakukan sebelum ada ide bisnis, dan jika nama itu bagus, bisa jadi malah membantu Anda menemukan ide bisnis. Seiring perkembangan rencana, dan setelah berbagai aspek mulai terbentuk, nama yang sempurna akan muncul, tetapi jangan biarkan masalah nama menghambat Anda di tahap-tahap awal. Ciptakan nama yang dapat Anda gunakan sambil mengembangkan rencana dan jangan ragu mengubahnya nanti.

  • Sebelum memilih nama, jangan lupa mengecek apakah nama tersebut sudah digunakan oleh orang lain. Cobalah menciptakan nama yang sederhana dan mudah diingat.
  • Pikirkan nama merek populer seperti “Apple”. Nama ini mudah diingat, sederhana, dan gampang diucapkan.

4). Bentuk tim Anda. Apakah Anda akan menjalankan bisnis sendirian, atau Anda akan mengajak satu atau dua orang teman tepercaya untuk bergabung? Tim akan menghadirkan banyak sinergi karena orang-orang cenderung bertukar ide. Dua orang yang bekerja sama biasanya bisa menghasilkan sesuatu yang lebih besar dibandingkan akumulasi dua orang yang bekerja terpisah.

  • Ingatlah beberapa kisah sukses terbesar, seperti John Lennon dan Paul McCartney, Bill Gates dan Paul Allen, Steve Jobs dan Steve Wozniak, serta Larry Page dan Sergey Brin. Dalam tiap kisah rekanan tersebut, masing-masing mencurahkan yang terbaik dari dirinya.
  • Pikirkan area lain yang menjadi kelemahan Anda, atau tidak terlalu Anda ketahui. Menemukan partner yang cocok dengan kepribadian Anda, yang akan menambah pengetahuan Anda atau mengisi kesenjangan keterampilan adalah langkah bagus untuk memastikan bisnis Anda memiliki sumber daya yang dibutuhkan untuk sukses.

5). Pilihlah rekan bisnis dengan bijak dengan bijak. Hati-hatilah ketika memilih orang yang akan Anda jadikan rekanan untuk membangun bisnis. Walaupun orang itu sahabat Anda, bukan berarti Anda bisa menjalin kemitraan yang baik dengannya dalam operasi bisnis. Mulailah bisnis Anda dengan orang yang dapat diandalkan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih partner dalam posisi pemimpin dan tim pendukung antara lain:

  • Apakah dia melengkapi kelemahan Anda? Atau, apakah Anda berdua hanya menawarkan keahlian yang sama? Jika jawabannya yang kedua, hati-hati, bisa saja nantinya ada terlalu banyak orang melakukan pekerjaan yang sama sementara tugas lain tidak tertangani.
  • Apakah Anda dan partner sepakat mengenai gambaran yang lebih besar? Perdebatan tentang detail tak urung pasti terjadi, dan memang perlu agar didapatkan hasil terbaik. Akan tetapi, tidak adanya kesepakatan mengenai gambaran yang lebih besar, yang merupakan tujuan bisnis Anda yang sebenarnya, dapat mengakibatkan perseteruan yang mungkin tidak bisa diperbaiki. Pastikan tim Anda juga peduli dan yakin akan visi bisnis Anda.
  • Ketika mewawancarai calon partner atau karyawan, belajarlah mengenali bakat sejati di balik ijazah, gelar, atau tiadanya kedua hal itu. Bidang pendidikan seseorang belum tentu adalah bidang bakat utamanya. Misalnya, seorang calon memiliki latar belakang akuntansi, tetapi pengalamannya dan penilaian Anda menunjukkan bahwa dia lebih cocok jika membantu pemasaran.

Baca juga : Cara Mendirikan Bisnis Secara Legal

(Sumber: wikihow)

Cara Mendirikan Bisnis Secara Legal

Meski merencanakan bisnis adalah hal yang menantang, tindakan membuka serta merealisasikan konsepnya memberikan kesulitan tersendiri. Agar Anda lebih berpeluang sukses dalam jangka panjang, pastikan bisnis yang Anda hendak dibangun dimulai dengan baik. Berikut beberapa tips untuk mendirikan bisnis secara legal, menyewa beberapa karyawan pertama, memasarkan jasa, serta mengatur pembukaannya.

1). Pastikan Anda punya rencana bisnis. Rencana ini merupakan hal yang penting untuk memula bisnisi, dan dapat dianggap sebagai hal yang menjelaskan bisnis, produk/jasa, pangsa pasar, serta bagaimana membesarkannya dalam 3-5 tahun ke depan. Rencana ini sesungguhnya merupakan “peta jalan” yang harus diikuti bisnis agar dapat maju.

  • Menulis rencana bisnis menawarkan banyak informasi berguna mengenai prosesnya, misalnya: menentukan pasar potensial dan unsur keterpaparannya; mengidentifikasi keperluan awal bisnis dan biaya memulai; mengidentifikasi investor potensial, menentukan strategi dan rencana pemasaran; serta membuat dokumen singkat, padat, dan jelas dan diakhiri dengan “ringkasan eksekutif”. Di sinilah Anda akan “menjual” bisnis kepada investor dan pihak-pihak yang tertarik.
  • Simak informasi tentang Cara Memulai Bisnis Kecil; memulai bisnis retail kecil seperti bakery; dan hal-hal spesifik untuk mengawali bisnis di tempat tertentu, serta lainnya.
  • Untuk memastikan Anda siap membuka, berkonsultasilah dengan departemen perizinan setempat sebelum memulai bisnis.  Biasanya, inti setiap bagian besarnya terbagi dalam tiga langkah di bawah.

2). Tentukan terlebih dulu struktur legal bisnis Anda. Sebelum memulai bisnis dan mengisi berkas-berkas yang diperlukan, tentukan bagaimana bisnis Anda akan disusun secara legal. Umumnya, Anda dapat menentukan kepemilikan tunggal; rekanan; perusahaan, atau dalam bentuk PT. Masing-masing memiliki implikasi legal dan pajaknya sendiri. [2]

  • Kepemilikan tunggal berarti bisnis tersebut dimiliki dan dijalankan oleh seseorang. Sang pemilik sekaligus mewakili identitas bisnis itu sendiri. Ini berarti semua laba, rugi, hutang, serta beban adalah tanggung jawab Anda. Pilih jalur ini jika Anda merupakan pemilik tunggal dan ingin bertanggung jawab sepenuhnya terhadap bisnis.
  • Rekanan. Rekanan terjadi saat dua atau lebih orang saling berbagi kepemilikan. Dalam tipe bisnis ini, setiap rekan memiliki porsi yang sama (kecuali diatur secara berbeda) mengenai laba, beban, serta manajemen bisnis. Tipe bisnis seperti ini berguna untuk mengumpulkan modal dan keahlian dalam memulai.
  • Perusahaan: perusahaan merupakan entitas legal yang independen dan dimiliki oleh para pemegang saham. Biasanya, struktur ini tidak cocok untuk bisnis kecil.
  • Perseroan Terbatas (PT): PT serupa dengan rekanan, tetapi para anggotanya dilindungi dari beban pribadi karena tindakan PT. Misalnya, jika PT dituntut, aset pribadi para rekanan biasanya tidak bisa disentuh. Jika Anda khawatir mengenai pemaparan pribadi terhadap tuntutan hukum atau utang karena bisnis, opsi ini mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat.

3).  Bentuk struktur legal yang diperlukan. Ada prosedur berbeda untuk membentuk setiap struktur ini, dan beberapa di antaranya memerlukan kerja yang lebih keras, sementara lainnya sangat simpel. Jika Anda tinggal di AS, detail-detail mengenai setiap tipe bisnis ini bisa ditemukan di situs U.S. Small Business Administration (SBA).

  • Kepemilikan tunggal adalah yang paling simpel, karena Anda tidak membutuhkan tindakan formal/ Minta saja NIP, tentukan nama bisnis (keduanya dijelaskan di bawah) dan Anda bisa memasukkan pemasukan bisnis untuk mendapatkan pengembalian sisa pajak.
  • PT, rekanan, dan perusahaan sedikit lebih rumit dan memerlukan pengurusan berkas-berkas spesifik. Untuk mempelajari detail-detailnya masing-masing, kunjungi situs departemen perizinan terkait atau hubungi mereka.

4). Dapatkan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). NPWP digunakan untuk mengidentifikasi bisnis demi keperluan pajak. Mendaftarnya cukup mudah, dan dapat dilakukan hanya dalam beberapa menit melalui situs Direktorat Jenderal Pajak.

  • Ketahuilah bahwa rekanan atau kepemilikan tunggal mungkin tidak memerlukan NPWP. Namun, lebih baik Anda tetap mengurusnya. Tanpa NPWP, bisnis hanya akan diidentifikasi sebagai sesuatu yang tidak resmi. NPWP dapat melindungi bisnis dari berbagai sisi.

5).  Daftarkan nama bisnis. Kecuali Anda menjalankannya berdasar nama pribadi, seperti “Perabotan Rumah Budi”, kebanyakan wilayah mewajibkan Anda mendaftarkan nama bisnis untuk keperluan pajak dan legal. Mendaftarkan nama bisnis dilakukan dengan pemerintahan provinsi atau kantor pemda. Cari tahu persyaratan spesifik yang harus Anda penuhi secara daring. 

  • Mendaftarkan nama bisnis biasanya hanya memerlukan beberapa menit. Nama bisnis juga akan berguna jika Anda menjalankan kepemilikan tunggal. Dengan begini, Anda bisa memisahkannya dfengan nama pribadi. Saat Anda memilih jalur kepemilikan tunggal, nama bisnis akan secara otomatis didaftarkan berdasarkan nama pribadi, kecuali Anda telah mendaftarkan yang Anda inginkan sebagai identitas bisnis tersebut.

6). Dapatkan izin berbisnis. Kota atau provinsi tempat Anda beroperasi mungkin memerlukan izin berbisnis. Biasanya, Anda bisa menemukan formulir-forumulirnya pada situs setempat.

  • Semua formulir ini membutuhkan jenis bisnis, alamat, jumlah karyawan, NPWP, dan mungkin informasi mengenai pemasukan (boleh berupa perkiraan).
  • Ingatlah bahwa persyaratan perizinan biasanya berlaku baik bagi bisnis rumahan yang dijalankan secara daring, selain bisnis fisik biasa. Persyaratan ini mungkin bervariasi berdasarkan lokasi, jadi pastikan Anda menghubungi pemerintah lokal serta provinsi untuk mempelajarinya.

7). Tanyakan izin-izin lainnya yang diperlukan. Sayangnya, setiap kota atau provinsi memiliki aturan perizinan berbisnisnya masing-masing. Aturan-aturan ini mungkin mencakup hal-hal seperti “Izin Bisnis Rumahan” bagi bisnis yang dijalankan di rumah, “Izin Alarm” jika bisnis Anda mengharuskan penggunaan alarm komersial, atau berbagai izin alkohol dan senjata api.

  • Hubungi bagian perizinan atau otoritas lain pada pemerintah lokal, atau berkonsultasilah dengan asosiasi bisnis serta badan perkumpulan komersial untuk mendapatkan nasihat.

 

  • Gambar berjudul Open a Small Business Step 8

    8). Siapkan akun di bank untuk bisnis Anda. Pastikan Anda tidak mencampur keuangan bisnis dan pribadi, karena hal ini dapat mengakibatkan masalah dengan NPWP. Menentukan rekening bank terpisah untuk transaksi pribadi serta bisnis juga akan mempermudah pencatatan akuntansi serta pemahaman akan persyaratan pajak.

    • Untuk membuka rekening bisnis, hubungi persatuan kredit atau bank lokal Anda.

     

    9). Hubungi pengacara bisnis kecil atau akuntan untuk mendapatkan tuntunan lebih lanjut. Meski kepemilikan tunggal adalah hal yang cukup simpel, jika Anda memilih PT, perusahaan, atau rekanan, Anda harus melibatkan tenaga profesional.

    • Tenaga profesional dapat menuntun Anda dalam mengisi formulir-formulir yang diperlukan, serta membantu membuat draf dokumen rekanan yang penting. Misalnya, dalam bentuk PT atau rekanan, Anda harus mengurus dokumen-dokumen yang menjelaskan arti kepemilikan masing-masing pihak. Semua ini harus dijelaskan secara legal dalam formulir yang berlaku.

     

 

Tips Bagaimana Cara Membeli Properti Sitaan Bank

Jika bank tidak berhasil menjual properti sitaan mereka melalui lelang, properti ini akan menjadi stok mereka. Properti sitaan ini disebut properti milik bank atau REO, singkatan dari “real estate owned”. Bank akan meminta aset manajer mereka mengelola REO yang selanjutnya akan dititipkan kepada agen properti. Oleh agen properti, REO akan dicatat dalam daftar stok mereka untuk dijual seperti properti yang lain. Membeli REO bahkan bisa lebih mudah ketimbang membeli langsung properti dari pemilik rumah jika Anda tahu apa yang harus dilakukan dan cara pembelian yang tepat.

 

Langkah

  1. Gambar berjudul Buy Bank Owned Foreclosures Step 1

    Mulailah mencari REO. Anda bisa mencari REO tetapi mungkin tidak bisa membedakan properti ini dari properti yang lain. Namun karena bank biasanya memiliki begitu banyak rumah sitaan di dalam daftar stok yang akan terus menguras uang mereka, ada insentif yang mereka tawarkan agar segera terbebas dari stok ini. Di sinilah tempatnya Anda harus mencari. Ada tiga tempat berbeda di mana Anda bisa mencari REO:

    • Carilah di dalam daftar lengkap properti yang disebut MLS, singkatan dari Multiple Listing Service yang penuh dengan REO. Anda bisa bertanya kepada agen properti setempat yang bisa membantu Anda menemukan REO di dalam MLS.
    • Carilah di situs web bank. Banyak bank yang dengan bangga memasang daftar stok REO mereka di laman tentang hipotik dan penjualan rumah.
    • Carilah di dalam situs web jasa penjualan rumah sitaan. Beberapa jasa penjualan rumah sitaan meminta Anda membayar agar Anda bisa mengakses situs mereka, namun Anda bisa juga mencari situs web yang gratis.

 

 

2. Dapatkan persetujuan awal penarikan pinjaman (diberikan oleh kreditur setelah melakukan analisis laporan keuangan dan penilaian kredit calon debitur) atau surat keterangan penarikan pinjaman (diberikan oleh kreditur tanpa analisis kredit calon debitur.) Adanya persetujuan awal atas pemberian pinjaman sebelum Anda mencari REO adalah langkah yang paling tepat. Lebih baik lagi jika Anda bisa mendapatkan surat persetujuan kredit dari bank yang ingin menjual REO sebab proses pembelian rumah ini akan menjadi sangat mudah. Beberapa pemberi pinjaman (misalnya Veterans Affairs di AS) mungkin akan menawarkan fasilitas pinjaman dengan opsi yang lebih sedikit, biasanya jika rumah yang ingin dibeli tidak mudah laku, jadi Anda perlu teliti dalam memilih rumah REO yang akan Anda beli.

3. Tentukan apakah Anda ingin mencari rumah dengan diskon atau tidak. Karena kegiatan bisnis bank bertujuan untuk menghasilkan uang, harga REO yang mereka ajukan akan sangat kompetitif di pasar properti pada umumnya. Di sini lain, properti dengan harga diskon biasanya dijual dalam kondisi yang bermasalah dan akan banyak yang berminat membeli. Sebaliknya, properti yang tidak banyak masalah akan ditawarkan sesuai harga pasar yang mungkin tidak akan memengaruhi pembelian REO.

  • Jika Anda sedang mencari REO dengan harga diskon, bank biasanya menawarkan insentif agar stok REO mereka cepat terjual. Oleh karena bank yang menawarkan REO tidak berhasil menjual properti ini melalui lelang sebab harga terendah yang mereka minta tidak tercapai, harga jual yang saat ini mereka tawarkan seharusnya lebih rendah lagi jika bank ingin agar properti mereka cepat terjual.
4. Lakukan penilaian dan/atau pemeriksaan. Anda perlu mengeluarkan sedikit uang jika ingin merasa tenang. Tidak ada satu pun calon pembeli rumah yang harus mengabaikan hak mereka untuk melakukan pemeriksaan, apalagi pada properti sitaan. Beberapa juta rupiah bisa menyelamatkan Anda dari rasa malu dan menghilangkan risiko pengeluaran dana puluhan juta rupiah karena Anda baru tahu bahwa (misalnya) seluruh jaringan listrik di dalam properti sitaan ini harus diperbaiki.

5. Lakukan pengecekan status akta/sertifikat bukti kepemilikan properti sebelum melakukan transaksi penjualan. Pengecekan status akta/sertifikat bukti kepemilikan properti adalah jasa yang harus Anda bayar untuk memastikan bahwa properti ini memang benar dimiliki oleh pihak yang berkepentingan dan statusnya sesuai dengan peraturan yang terkait dengan properti tersebut. Contohnya, pengecekan akta kepemilikan properti mungkin mengungkapkan bahwa properti ini masih terikat oleh hak gadai, sehingga harus dilunasi pada saat penjualan. Jika Anda tidak mengetahui adanya hak gadai, akan timbulnya tambahan biaya dalam jumlah yang cukup besar pada saat Anda membeli properti ini, padahal Anda seharusnya sudah mengetahui biaya keseluruhan yang harus Anda keluarkan sebelum melakukan transaksi pembelian.

Masalah lain yang mungkin akan terungkap bisa berupa pembatasan yang masih mengikat properti ini, misalnya perjanjian sewa dan easement yaitu hak keistimewaan secara terbatas untuk menggunakan properti milik pihak lain. Membeli properti lalu mengetahui bahwa Anda tidak bisa melakukan pengembangan karena adanya easement bisa menjadi masalah besar bagi Anda.

6.  Tunggulah respons dari bank. Menawar harga REO berbeda dari menawar harga properti pada umumnya. Misalnya, pemilik rumah yang menjual rumah secara tradisional akan lebih cepat menanggapi penawaran agar rumah mereka cepat terjual. Bank biasanya tidak seperti itu sebab mereka akan berusaha menunjukkan kepada calon pembeli bahwa mereka ingin mendapatkan uang paling banyak dari REO dan ini berarti mereka cenderung akan memberikan penawaran harga pengonter yang lebih tinggi dibandingkan permintaan Anda, bahkan jika harga yang Anda minta sebenarnya sudah wajar. Proses jual-beli melalui tarik-ulur ini biasanya akan berjalan sangat lambat, jadi Anda harus siap menghadapinya.
 
7.  Cari tahu tentang persetujuan pinjaman Anda. Jika permintaan harga Anda sudah disetujui dan Anda bisa memiliki properti ini, cari tahu apakah pemberi pinjaman mau meminjamkan uang kepada Anda sebesar harga rumah sitaan atau dengan jumlah yang lebih umum daripada yang Anda perkirakan. Jika penilaian kredit Anda sangat baik, Anda bisa memperoleh opsi pinjaman yang baik dengan uang muka rendah dan suku bunga yang menarik. Selamat atas pembelian rumah baru Anda! (wikiHow)

Native merupakan format iklan terkemuka untuk situs web

Tren iklan terbesar

Menurut studi terbaru,iklan native menarik hingga 60 % perhatian lebih dari banner iklan normal. Pengunjung memilih iklan native untuk melihat dan berinteraksi dengan native, informasi terkait situs seperti rekomendasi konten atau produk yang relevan. Pengiklan memilih iklan native sebagai bagian yang paling efektif dari rencana media digital mereka. Pasar global iklan native tumbuh 140 % setiap tahunnya, menjadikan tren terbesar periklanan modern.

Native adalah format iklan terkemuka untuk situs web terbesar di dunia

Saat ini iklan native menjadi sarana yang paling efektif untuk penjualan dan monetisasi konteni. Platform internet terbesar di dunia memonetisasi dengan native ads. Mereka menyediakan CTR hingga 3 kali lebih tinggi dan konversi 2 kali yang lebih tinggi, Peningkatan total pendapatan pengiklan dan publisher mencapai 6 kali lipat!
Jika Anda berminat silahkan registrasi di sini